Adele
Wanita di depan saya mulai mengusap matanya dengan kertas tissue.
Disinilah saya, di tengah café Mall terbesar di Indonesia, di hadapan Adele yang baru saya temui 2 jam yang lalu. Tentang Adele, saya hanya tau bahwa ia adalah guru pre-school dan sedikit pemalu. Selebihnya saya tidak tau.
Saya terdiam, hanya bisa melihat wanita di hadapan saya mengusapkan tissue di matanya. Apa yang saya bisa lakukan? Selain duduk dan mendengarkan tanpa menyalahkan
“gue bahkan membayangkannya sama lu beberapa menit yang lalu”
Saya kembali terdiam
Maafkan saya yang hanya bisa mendengarkan.
***
Akhirnya saya bertemu dengan wanita di depan saya. Setelah 2 minggu kami sama-sama mencoba. Sekali lagi wanita di depan saya menggigiti kuku jempolnya. Khawatir, grogi, takut menjadi satu. Setidaknya itu yang bisa saya rasakan.
Saya tetap diam setelah menanyakan pertanyaan yang telah kami janjikan untuk saya tanyakan hari minggu ini. Di café ini
“what is your secret?”
“gue inget banget waktu itu malem dan hujan. Gue naik bis kota. Cuman ada gue dan supir bis kota itu”
“supir bis kota itu mulai ngeraba badan gue” wanita itu kembali terdiam matanya mulai memerah. buru-buru ia mengambil tasnya merogoh isi tasnya mencoba mencari tissue. Semakin keras mencari tidak juga ia temukan tissue itu.
wanita itu terlambat menemukan tissuenya, ia menunduk memeluk tasnya terisak
***
“permasalahannya gue tidak sama sekali melawan, gue menikmatinya tapi gue juga takut”
“Gue cuman diem. Supir bis itu tau gue menikmatinya. Dia lalu bilang dia bakalan ngurusin bis dulu bentar dan mau ngajak gue ke hotel”
“Sekali lagi gue tidak menolak” Adele terdiam, mungkin mengumpulkan keberaniannya
***
“Setelah beberapa lama supir bis itu berhenti lalu ngajak turun ke hotel.”
“Gue pun turun lalu gue ragu. Gue bilang sama supir bis itu gue mau beli tissue buat ngelap kaki gue yang kena tanah basah karena hujan.”
“Dan di pojokan jalan deket warung gue lari sekenceng-kencengnya”
“Gue menyesal”
***
“permasalahannya kalo lagi PMS…. ” wanita itu kembali terdiam dan ragu-ragu
“kalo lagi PMS nafsu gue hasrat gue benar-benar meninggi”
“bahkan ketika gue hanya melihat laki-laki di jalan dan bayangan itupun muncul. Bayangan ingin melakukannya dengan orang yan tidak gue kenal itu. Meskipun sama sekali gue tidak pernah melakukannya dengan orang lain dan meskipun gue hanya melakukannya sendiri sebagai pelampiasan”
“that’s so human” saya menjawab
“gue merasa berdosa” Adele memalingkan pandangan ke jendela cafe
“gue bahkan membayangkannya sama lu beberapa menit yang lalu” wanita itu lalu melihat mata saya
Saya kembali terdiam
Tau apa saya tentang dosa
